Kamis, 24 Maret 2011

Sekilas ADAT dan BUDAYA HINDU BALI

Adat & Kebudayaan

Adat dan kebudayaan di Bali sangat erat kaitannya dengan agama dan kehidupan religius masyarakatnya.

Agama Hindu

Agama Hindu merupakan sebuah agama yang memiliki keselarasan dan kedamaian universal yang memandang individu atau manusia sebagai suatu keluarga besar.

Arti dan Lambang Pemujaan Hindu

Ajaran keagamaan Hindu yang disimbulkan dalam kegiatan upacara adalah dianggap sebagai alat yang suci untuk mencapai tujuan dan makna pemujaan tersebut.

Dewa Ganesha

Dewa Ganesha adalah dewa keberhasilan dan penghilang dari segala rintangan, yang harus dipuja pertama kali sebelum memuja dewa lain.

Etika Hindu

Etika dalam filsafat Hindu dikenal dengan istilah "10 Kebajikan" atau yang disebut dengan "Dharma Laksana", yang termuat dalam kitab Manu Smrti.

Hari Raya Galungan

Galungan adalah hari kemenangan Dharma melawan Adharma yaitu pemujaan terjadinya kemenangan kebenaran atas ketidakbenaran dengan restu Sang Hyang Widhi Wasa.

Hari Raya Kuningan

Hari Raya Kuningan diperingati setiap 210 hari atau 6 bulan sekali dalam kalender Bali tepatnya pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan. (1 bulan dalam kalender Bali = 35 hari).

Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun BaruSaka. Dimana pada hari ini umat hindu melakukan amati geni yaitu mengadakan Samadhi pembersihan diri lahir batin.

Hari Raya Pagerwesi

Hari Raya Pagerwesi ini jatuh tiap 6 bulan ( 210 hari ) pada Rabu Kliwon Shita, Pagerwesi juga termasuk rerainan gumi, artinya hari raya untuk semua masyarakat, baik pendeta maupun rohaniawan.

Hari Raya Saraswati

Hari Saraswati di sebut juga hari Ilmu pengetahuan, dimana pada hari ini Sang Hyang Widhi telah menciptakan Ilmu pengetahuan bagi umat manusia untuk dapat selaras dengan alam.

Hari Raya Siwaratri

Hari Raya Siwaratri hari suci untuk melakukan pemujaan terhadap Hyang Widhi ( Tuhan Yang Maha Esa) dalam wujud Dewa Siwa.

Hari Raya Tumpek Landep

Hari raya Tumpek Landep adalah hari yang dikhususkan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dalam wujudnya sebagai Dewa Senjata ( Pasupati ).

Mekotek

Upacara Mekotek dilaksanakan dengan tujuan memohon keselamatan. Upacara yang juga di kenal dengan istilah ngerebek. Mekotek ini adalah warisan leluhur, adat budaya dan tradisi

Ngurek

Ngurek adalah atraksi menusuk diri dengan menggunakan senjata keris, ini berlangsung ketika para pelaku berada dalam keadaan kerasukan (diluar kesadaran).

Ogoh-ogoh

"Ogoh-Ogoh" merupakan karya seni patung yang menjadi ikon ritual yang secara tradisi sangat penting dalam penyambutan perayaan Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka.

Penjor

Dalam ajaran agama Hindu simbul dikenal dengan kata "niasa" yaitu sebagai pengganti dari yang sebenarnya. Bukan hanya keagamaan saja yang menggunakan simbul, aspek kenegaraan dan berbangsapun memakai simbul.

Sejarah Hindu

Hindu adalah agama tertua di dunia (dahulu dikenal dengan nama Sanatana Dharma), yang diinspirasikan oleh "Wahyu Tuhan" untuk para Rsi di India pada ribuan tahun Sebelum Masehi.

Sejarah Hindu Bali

Perkembangan Hindu di Bali dikarenakan pengaruh dari Jawa Tangah dan Jawa Timur sebelum abad ke-8, dengan ditemukan fragmen pada prasasti di desa Pejeng, Gianyar.

Sejarah Hindu Indonesia

Sejarah perkembangan agama Hindu di Indonesia bermula pada awal tahun Masehi yang disebarkan oleh Rsi Agastya, yang berjulukan "Agastya Yatra" dan "Pita Segara".

Subak

Subak adalah salah satu bentuk lembaga kemasyarakatan pada masyarakat Bali yang bersifat tradisional dan yang dibentuk secara turun temurun oleh masyarakat umat Hindu Bali.

Tari Barong & Tari Kecak

Tari Barong dan Tari Kecak adalah dua tarian tradisional yang merupakan lambang budaya Bali, yang menjadikan Bali terkenal sebagai salah satu tempat wisata terbaik di dunia

Tutug Kambuhan

Upacara Tutug Kambuhan bermakna membersihkan jiwa raga sang bayi dari pengaruh buruk, sedangkan untuk ibu membersihkan dari segala noda dan kotoran,  ungkapan rasa berterima kasih kepada Nyama Bajang

Upacara Bhuta Yadnya

Upacara Bhuta Yadnya adalah upacara yang di tujukan kepada Bhuta Kala agar jangan mengganggu ketentraman kehidupan manusia di dunia.

Upacara Buda Cemeng Klawu

Upacara Buda Cemeng Klawu atau disebut juga Buda Wage Klawu adalah upacara pemujaan dan permohonan doa agar mendapat rezeki atau dibukakan pintu rezeki, upacara ini juga sebagai ungkapan terima kasih karena telah diberikan kekayaan,

Upacara Bukakak

Upacara Bukakak adalah upacara  yang bermakna permohon kepada Sang Pencipta dalam perwujudan Dewi Kesuburan untuk diberikan kesuburan bagi tanah pertanian yang diolah, dan juga berharap akan mendapatkan hasil panen yang baik dan melimpah ruah.

Upacara Kematian Orang Meninggal Di Laut

Upacara kematian orang meninggal di laut yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali.

Upacara Kepus Puser

Upacara Kepus Puser atau Pupus Puser bisa juga di sebut Penelahan. Kepus Puser artinya lepasnya tali puser yang tersisa saat bayi lahir. Umat Hindu di Bali meyakini, saat lepasnya tali puser ini merupakan suatu kejadian yang penting dan patut di upacarai,

Upacara Madiksa

Upacara Madiksa bertujuan meningkatkan kesucian diri secara lahir batin dari seorang Welaka (orang biasa) menjadi orang suci (Pendeta/Sulinggih), upacara Madiksa termasuk dalam upacara Rsi Yadnya,

Upacara Mawinten

Upacara Mawinten bermakna pembersihan diri secara lahir batin, secara lahir, diri bersihkan atau dimandikan dengan air yang telah disatukan dengan berbagai aneka bunga/kembang, sedangkan secara batin,

Upacara Mecaru

Upacara Mecaru bisa juga disebut Butha Yadnya, ini adalah suatu upacara untuk menjaga mengharmoniskan hubungan antara manusia dengan alam lingkungan sekitarnya,

Upacara Med Medan

Upacara Med Medan diadakan sehari setelah Hari Raya Nyepi  sore harinya yaitu pada hari Ngembak Geni  menyambut tahun baru Saka,

Upacara Megedong Gedongan

Upacara Megedong Gedongan adalah upacara yang dilakukan untuk penyucian bayi yang masih ada dalam kandungan ibunya.

Upacara Melarung Bumi

Upacara Melarung Bumi disebut juga Mecaru Bumi, upacara ini  bermakna  membersihkan bumi dari pengaruh  buruk dan negatif yang bisa merusak kehidupan manusia juga menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Upacara Melaspas

Upacara Melaspas  bermakna upacara yang bertujuan membersihkan dan menyucikan bangunan yang baru selesai  dibangun/dibuat atau baru ditempati kembali,  seperti rumah, kantor, toko, kandang dan lain lain.

Upacara Melasti

Pelaksaan Upacara Melasti dilakukan tiga hari (tilem kesanga) sebelum Hari Raya Nyepi, Upacara Melasti bisa juga sebut upacara Melis atau Mekilis,

Upacara Melukat

Upacara Melukat adalah upacara pembersihkan pikiran dan jiwa secara spiritual dalam diri manusia. Upacara Melukat ini dilaksanakan pada hari baik dan merupakan adat tradisi yang sudah dilakukan oleh umat Hindu di Bali

Upacara Menek Kelih

Upacara Menek Kelih bermakna puji syukur, memohon keselamatan kehadapan Hyang Samara Ratih dalam manifestasinya Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) agar dituntun dan diberikan jalan baik dan benar juga di jauhkan dari hal hal yang menyesatkan

Upacara Mependem Ring Geni

Upacara Mapendem Ring Geni adalah bentuk upacara pembakaran bagi jenasah yang baru meninggal dunia, namun belum dapat disebut Ngaben. Upacara Mapendem Ring Geni termasuk dalam upacara Pitra Yadnya,

Upacara Ngaben

Ngaben adalah suatu upacara pembakaran mayat yang dilakukan umat Hindu di Bali, upacara ini dilakukan untuk menyucian roh leluhur orang sudah wafat menuju ketempat peristirahatan terakhir

Upacara Ngaben Swasta Agni

Upacara Ngaben Swasta Agni  adalah upacara pembakaran mayat yang dilakukan sederhana dengan biaya rendah. Upacara Ngabenan Swasta Agni termasuk dalam upacara Pitra Yadnya,

Upacara Ngaben Tikus

Upacara Ngaben Tikus adalah salah satu tradisi kebudayaan agraris yang sudah di lakukan oleh masyarakat Bali secara turun temurun sejak zaman dahulu.

Upacara Ngalepas Hawon

Upacara Ngalepas Hawon ini  bermakna untuk melepaskan  segala kotoran yang berada di tubuh bayi dan ibunya secara lahir batin juga agar dilindungi dan diberkati oleh Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa).

Upacara Ngembak Geni

Hari Ngembak Geni adalah berakhirinya waktu melakukan Brata Nyepi, pelaksanaan hari Ngembak Geni ini jatuh sehari setelah Hari Raya Nyepi.

Upacara Ngempugin

Upacara Ngempugin bermakna pertama kalinya tumbuhnya gigi pada anak. Upacara ini bertujuan sebagai permohonan kepada Hyang Widhi agar anak giginya tumbuh dengan baik.

Upacara Ngenteg Linggih

Upacara Ngenteg Linggih mempunyai makna upacara mensucikan dan mensakralkan Niyasa tempat memuja Hyang Widhi. Dalam bahasa Bali Ngenteg artinya mengukuhkan, dan Linggih artinya kedudukan.

Upacara Ngeroras

Upacara Ngeroras bermakna pemujaan untuk menghormati para leluhur atau orang yang telah meninggal. Ngeroras bisa disebut juga Nyekah, Mamukur, Panileman dan Maligia.

Upacara Nyambutin

Upacara Nyambutin adalah upacara pemujaan dan permohonan kehadapan Hyang Widhi agar jiwa di si bayi diberkati dan benar-benar menyatu kembali kepada raganya,

Upacara Otonan

Dalam masyarakat Hindu Bali terdapat berbagai upacara, salah satu kegiatan upacara tersebut adalah Otonan. Otonan sendiri mengandung pengertian sebagai hari kelahiran berdasarkan wuku kalender Hindu Bali.

Upacara Pasupati

Upacara Pasupati bermakna pemujaan memohon berkah kepada Hyang Widhi (Sang Hyang Pasupati) untuk dapat menghidupkan dan memberikan kekuatan magis terhadap benda-benda tertentu yang akan dikeramatkan.

Upacara Pawiwahan Sadampati

Upacara Pawiwahan Sadampati mempunyai makna sebagai upacara kesaksian ke hadapan Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) dan juga kepada masyarakat bahwa kedua orang yang bersangkutan telah

Upacara Perang Api

Upacara Perang Api atau Siat Geni bermakna sebagai symbol mengusir roh jahat/bhuta kala. Pelaksanaan upacara perang api ini dilakukan pada saat pengerupukan sebelum Hari Raya Nyepi esok harinya.

Upacara Perang Ketupat

Upacara Perang Ketupat atau sering juga disebut Aci Rah Pengangon merupakan upacara bermakna bentuk ungkapan rasa terima kasih kepada Sang Hyang Widhi, atas hasil panen, terhindar dari kekeringan,

Upacara Perang Pandan

Upacara Perang Pandan adalah upacara persembahan yang dilakukan untuk menghormati Dewa Indra (dewa perang) dan para leluhur. Perang Pandan disebut juga mekare-kare.

Upacara Perang Pisang

Upacara Perang Pisang bisa juga disebut dengan mesabatan biu, tradisi perang pisang terdapat ini di Desa Tenganan Daud Tukad, Kecamatan Maggis, kabupaten Karangasem,

Upacara Perkawinan Adat Bali

Dalam ajaran Hindu terdapat empat tahap dalam mencapai tujuan hidup, adapun tujuan hidup tersebut dinamakan Catur Purusa Artha terdiri dari Dharma, Artha, Kama dan Moksa.

Upacara Piodalan

Upacara Piodalan adalah upacara pemujaan ke hadapan Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dengan segala manifestasinya lewat sarana pemerajan, pura, kahyangan, saat hari- hari tertentu.

Upacara Potong Gigi

Upacara Potong Gigi mengandung arti pembersihan sifat buruk yang ada pada diri manusia. Potong gigi dalam bahasa Bali Mepandes bisa juga disebut Matatah atau Mesanggih, dimana 6 buah taring yang ada di deretan gigi atas dikikir atau ratakan,

Upacara Purnama

Upacara Purnama adalah pemujaan terhadap dewa Chandra dan merupakan hari suci bagi umat Hindu di Bali, Upacara Purnama ini bermakna memohon berkah dan karunia dari Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa)

Upacara Sudhi Wadhani

Upacara Sudhi Wadhani adalah upacara pengukuhan/pengesahan dan janji seseorang yang sebelumnya bukan beragama Hindu menjadi penganut agama Hindu yang di dasari keikhlasan tanpa paksaan.

Upacara Tanggal Gigi

Upacara Tanggal Gigi bertujuan mempersiapkan anak untuk mempelajari ilmu pengetahuan, upacara ini termasuk manusa Yadnya, Manusa Yadnya sendiri maknanya adalah suatu upacara suci atau pengorbanan suci demi kesempurnaan hidup manusia

Upacara Tilem

Upacara Tilem bermakna sebagai upacara pemujaan terhadap Dewa Surya, pada saat upacara tilem ini dilaksanakan sembahyang dan pemujaan memohon berkah dan karunia dari Hyang Widhi

Upacara Tumpek Kandang

Upacara Tumpek Kandang adalah upacara yang memuja keagungan Tuhan Yang Maha Esa melalui pemeliharaan atas ciptaan-Nya berupa binatang ternak atau hewan peliharaan.

Upacara Tumpek Wayang

Upacara Tumpak Wayang mengandung makna hari kesenian, karena pada hari itu dipercaya lahirnya berbagai jenis alat seni dan kesenian seperti gong, gender,wayang , barong, dll.

Upacara Yadnya

Upacara Yadnya merupakan satu bentuk kewajiban yang harus dilakukan oleh umat manusia di dalam kehidupannya sehari-hari, Yadnya sendiri bermakna suatu pengorbanan atau persembahan suci yang tulus dan ikhlas, (Toedebona)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar